Cutrone Bahagia Dipasangkan Bersama Higuain

Striker muda AC Milan, Patrick Cutrone, mengakui amat bahagia saat berlaga bareng Gonzalo Higuain pada sektor serang Rossonerri. Dia mengakui terus mengerjakan tiap-tiap saran yang diberi oleh Higuain di pelatihan atau pada sesi laga.

Tandem antar ke 2 bintang itu sukses menghantarkan Milan mendapat hasil positif kontra Sampdoria di hari Minggu (28/10). 2 dari 3 goal Rossonerri dalam laga itu disumbangkan oleh Cutrone serta Higuain. 1 goal lain dibuat oleh Suso.

“Aku merasa amat nyaman saat berlaga bareng Gonzalo pada sektor serang. Ia merupakan bintang yang amat hebat. Kami punya koneksi yang bagus didalam atau pada luar lapangan. Lebih lanjut, aku pun terus mengerjakan tiap-tiap saran yang dia beri,” kata Cutrone dilansir melalui website resmi Milan.

“Aku serta Gonzalo bakal terus siap menunjang kesebelasan. Khususnya saat tengah tertinggal. Kami bisa menunjukkan power menjadi satu team. Dalam laga berikutnya kontra Genoa, kami tentu mau balik lagi mendapat hasil positif. Sebab, memenangkan pertandingan kontra Genoa bakal menjadikan kami naik menuju posisi empat besar klasemen sementara,” lanjut lelaki dua puluh tahun tersebut.

Kemenangan kontra Sampdoria pun disambut suka cita oleh Gennaro Gattuso. Menurut pendapatnya, Il Diavolo Rosso sukses mendapat kemenangan menghadapi kesebelasan yang dilatih oleh salah satu maestro.

“Kami sukses mendapat kemenangan melawan satu kesebelasan yang dilatih oleh salah satu maestro. Aku bahagia sebab kami bisa menyarangkan tiga gol menuju gawang Sampdoria yang cuma kemasukan 4 goal selama kampanye musim ini,” pungkasnya.

Usain Bolt Takkan Bisa Jadi Pesepak Bola

Eks sprinter papan atas Eropa dunia, Usain Bolt, diklaim tidak bakal bisa menjadi pesepakbola profesional walau latihan 100 musim.

Usain Bolt sesungguhnya sejak lama menaruh ekspektasi guna menjadi bintang sepakbola. Bolt belum lama melakoni waktu percobaan bareng tim Liga Australia, Central Coast Mariners.

Sprinter dari Jamaika ini malahan pernah menyarangkan goal di dalam satu pertandingan friendly. Bolt berhasil menyarangkan 2 skor kala Central Coast Mariners melakukan pertandingan friendly vs Macarthur South West United.

Walau demikian, Bolt tidak memperoleh kesepakatan kontrak permanen. Satu dari sekian banyak juru tak-tik pada Liga Australia lantas bersuara kepada waktu percobaan yang dikerjakan dengan Bolt itu. Juru tak-tik Western Sydney Wanderers, Markus Babbel, dengan cara terang-terangan mengirim cibiran kepada Bolt.

Eks bintang Liverpool serta Bayern ini menyatakan jika Bolt tidak bakal sudah dapat jadi salah satu pemain profesional.

“Saya telah menyaksikan performa, serta bersama semua hormat, aku tidak merasa Bolt bisa jadi bintang sepakbola walau di dalam 100 tahun, ” tutur Babbel, diberitakan BolaSport. com melalui Marca yang mengutip Blick.

“Itu cuma cemerlang menjadi performa marketing, Liga Australia memperoleh beberapa atensi. Aku tidak dapat memandang tidak main-main itu, ” tutur Babbel.

Pemain-Pemain Yang Buat Barca Menyesal Karena Melepasnya

Neymar ingin cepat keluar dari Barca dengan harga transfer sensasional 222 jt euro ke raksasa Prancis PSG. Kepindahan Ini laksana menusuk jantung Barca menggunakan sebuah pisau sebab Blaugrana membeli Neymar di 2013 dengan tujuan untuk menggantikan Lionel Messi suatu saat kelak.

Transisi itu telah dimulai di musim 2016/17 saat Messi berlaga lebih ke dalam dan Neymar memainkan fungsi jadi striker. Tetapi, harapan Barca itu rasanya akan hancur setelah PSG mau menebus klausul pelepasan Neymar. Pemindahan ini pastinya saja tentu sangatlah menyakitkan untuk Barca. Dan ini bukanlah pertama kalinya Barca merasakan hal ini. Dibawah ini 5 penjualan yang sedang membikin Barca menyesal dibawah ini adalah rangkuman berita dari situs judi bola online terpercaya:

Michael Laudrup

Saat Neymar datang ke Barca, Johan Cruyff sempat menyatakan jika Anda tidaklah dapat mempunyai 2 kapten di perahu yang sama lalu dia menyatakan hal itu menurut pengalaman. Ketika jadi manajer Dream Team Barca, yang disebabkan oleh kuota 3 pemain asing dan kedatangan Romario, Ronald Koeman dan Hristo Stoichkov, Cruyff kerap menempatkan Michael Laudrup di bangku cadangan.

Mengingat ingin balas dendam, Laudrup kemudian memilih untuk hijrah ke team rival Real Madrid. Di tempat ini, Laudrup mengeluarkan seluruh amarahnya dengan membantu Los Blancos menjuarai La Liga, mengalahkan Barca 5-0 dan menyelesaikan rentetan 4 gelar Barca secara berturut-turut. Laudrup kemudian memudar dan hengkang dari Madrid setahun berselang seusai klub ini tidak berhasil menjaga gelar liga. Seusai kesulitan selama nyaris setengah waktu, Barca lantas kembali ke penampilan terbaiknya di bawah Louis van Gaal.

Ronaldo

Ronaldo nampaknya sepertinya ditakdirkan jadi pesepakbola terhebat didalam sejarah. Gabung bersama Barca di umur 20 tahun, Ronaldo dapat mengacak-acak pertahanan di La Liga. Hal tersebut nampaknya dapat jadi awal di masa depan pesepakbola Brasil itu di Barca.

Kebalikannya, ia hijrah ke Inter Milan dengan hanya 1 tahun di Catalunya. Barca terasa hancur sebab Ronaldo diperuntukan jadi permata baru di klub seusai era Johan Cruyff. Beruntung buat Barça, klub ini memberikan Luis Figo fungsi yang lebih penting dan berinvestasi dengan bijak dari Patrick Kluivert. Dengan dilatiholeh Louis van Gaal, Barca menjuarai gelar La Liga secara terus menerus menuju menutup milenium sementara Ronaldo menggunakan waktunya di Italia dari cedera. Tidaklah mungkin fans Barca tidak menyesali transfer ini dan terlebih yang akan ada bila Ronaldo tidak pergi.

Luis Figo

Figo adalah kapten Barca dan pesepakbola terbaik klub. Tetapi ia mengambil keputusan untuk menyeberang ke klub saingan Real Madrid tidak ada alasannya. Paling tidak Michael Laudrup dapat dipahami sebab Cruyff sangatlah kejam terhadap dirinya. Tetapi Figo, Figo sangatlah dicintai di sana.

Barca merupakan juara bertahan La Liga dan Copa ketika Figo tergabung dengan Real Madrid. Mereka tak merengkuh trofi selama separuh dekade setelah kepindahan Figo. Mereka putus asa dan kesusahan bangkit. Butuh Presiden baru, manajer baru dan pesepakbola Brasil ajaib untuk menghidupkan kembali Blaugrana.

Samuel Eto’o

Samuel Eto’o dahulu merupakan penyerang terbaik di dunia. Kehadirannya berhasil melambungkan nama Barcelona. Walau sempat di usik cedera, Eto’o sukses menolong Pep Guardiola merengkuh treble di musim 2008/09. Akan tetapi, Barca justru memutuskan untuk melepas sang pemain di musim panas.

Hal tersebut merupakan pilihan yang langsung mereka sesali. Eto’o amat brilian bagi Inter dan serius vital saat membawa mereka menjuarai treble di musim 2009/10. Hal ini juga merupakan saat menyingkirkan Barca di semifinal Liga Champions. Barca dapat pulih setelah mengundang David Villa dan mendapatkan kembali Liga Champions di musim 2010/11. Akan tetapi dengan menjual Eto’o, Barca melenyapkan peluang mereka untuk menjaga gelar Liga Champions saat mereka menjadi klub terbaik di dunia.

Thiago Alcantara

Saat Thiago dan Cesc Fabregas mengeluhkan terbatasnya waktu bermain, Sandro Rosell memihak eks pemain Arsenal dan Thiago musti pergi. Cesc akhirnya mendapati nasib yang sama usai dilepas Luis Enrique satu tahun kemudian. Tetapi pilihan melepas Thiago bisa dibilang sangat buruk mengingat ia merupakan masa depan Blaugrana. Sang punggawa ditakdirkan untuk mengambil alih posisi Xavi ketika gelandang terbaik sepanjang masa itu meredup.

Ketika Xavi hengkang dari klub, Luis Enrique berupaya menggantikannya dengan sosok lain. Walau sanggup meraih treble dengan berkonsentrasi serbuan trio MSN, ke tidak mampuan Barca memperkuat garis tengah menghasilkan petaka. Andres Iniesta saat ini telah dimakan usia dan sekarang telah berjalan 4 tahun sejak Thiago pergi dan mereka masih belum mendapatkan penggantinya. Barangkali Barcelona musti menghabiskan seluruh uang penjualan Neymar untuk menguatkan garis tengahnya. Baca ini juga ya biar lengkap informasinya